logo


Berbuka Dengan Si Manis

26 Mei 2018 - 12:55:09 WIB - Penulis : Redaksi

ILUSTRASI.(Istimewa)


Wahyu Hidayat

 

Bulan ramadhan atau bulan puasa merupakan bulan yang sangat dinanti-natikan para kaum muslimin di dunia. Bulan yang begitu amat spesial ini merupakan bulan yang sagat luar biasa akan hidayahnya bagi setiap kaum muslimin. Bagaimana tidak, sering kita temukan seseorang yang sebelumnya belum sempurna akan tetapi ketika memasuki bulan ramadhan dengan sendirinya ter-upgrade-nya keimanan seseorang.

Ramadhan kareem, begitu suci dan begitu mulia akan nikmatnya sebulan penuh kita menikmati keindahan suasananya yang membuat kita merasa berlomba-lomba dalam mengisi setiap ibadah. Ketika kita mendengar bulan ramadhan hal yang pertama kita ingat ialah dimana dalam sebulan penuh kita dituntut untuk berpuasa. Hal inilah yang melebihi dari bula-bulan lainnya, karena begitu banyak pahala yang akan kita panen atau kita dapatkan ketika kita menjalankan perintah sang khalik.

Memiliki status sebagai bulan yang begitu spesial tentunya banyak sekali sunnah dan anjuran yang diberikan kepada kaum muslimin, mulai dari menu puasa hingga anjuran lainnya. Mungkin teman-teman sering mendengar sitilah “manis”. Ya bagi umat yang berpuasa kita dianjurkan untuk berbuka dengan yang manis-manis.

Begitu banyak dinamika yang terjadi selama berpuasa, kata manis terkadang menjadi bias, hal ini dikarenakan para kaula muda sering membelokkan esensi kata manis yang sebenarnya. Terkadang karena tingkat kebaperannya kaula muda teralu tinggi maka manis yang pada esensi awalnya merupakan menu berbuka puasa yang diajurkan dengan seketika berputar ke istilah “si manis”. Dengan demikian kita sering temukan quote para kaula muda bermuncuan dengan berbuka lah dengan si manis.

Fenomena sosial ini kemudian membuat kita ikut juga menikmati bagaimana indahnya bulan ramadhan, dan fenomena seperti ini sangat laku dan bisa kita temukan di setiap harinya. Bahkan penulis  juga terkadang juga ikut terbawa akan virus si manis. Wkwkwk

Para jombowan-jomblowati tentu terpukul akan perihal ini, mereka yang mulanya sok kuat, sok tangguh dengan seketika terbawa arus untuk ikut serta berpartisipasi dalam membumikan istilah si manis. Heheheh hal yang wajar bukan ? ya para kaum jomblowan-jomblowati saking sepinya nuansa berpuasanya maka secara sengaja mereka akan selalu menghadirkan di setiap story statusnya dengan kata-kata berbuka dengan si manis. Ini sering terjadi pada kalian para jomblo dan kalian harus mengakui ini. (tidak termasuk penulis) :D

Fenomena iniah yang jarang kita temukan di bulan-bulan diluar bulan ramadahan, mari bagi kaum jomblo nikmatilah bulan puasa ini dengan seksama dan dengan hati yang lapang akan perihal yang sering menyerang kepribadian kalian. Penulis disini mencoba memahami bagaimana perasaan kalian ketika kata si manis dibumingkan, penulis sangat paham sekali karena penulis juga termasuk kaum jomblo seperti kalian.

Selamat menjalankan ibadah puasa para kaum jomblo, semoga berkah puasanya.

Jangan lupa ya berbukalah dengan si manis eh yang manis maksudnya.

Tag:

Komentar

×
×