logo


Keunikan Rumah Adat Negeri Sepucuk Jambi Sembilan Lurah

04 November 2017 - 16:30:33 WIB - Penulis : Redaksi

Rumah adat Jambi. (Istimewa)


Indah Diah Pebrila

Siapa yang tidak mengenal Jambi?

Negeri Sepucuk Jambi Sembilan Lurah yang memiliki adat dan kebudayaan yang masih dipertahankan sampai saat ini. Negeri Jambi banyak sekali memiliki ciri khas tersendiri. Mulai dari tempat wisata, makanan khas, pakaian adat hingga rumah adat.

Berbicara rumah adat, negeri Jambi juga memilikinya yaitu rumah panggung yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti rumah yang tinggi (lantainya bertiang); rumah kolong. Rumah panggung Jambi ini disebut juga dengan Rumah Kajang Leko.

Rumah adat Kajang Leko adalah rumah yang memiliki struktur panggung dengan bentuk persegi panjang yang berukuran 12 x 9 meter. Rumah ini ditopang dengan tiang yang berukuran besar sebanyak 30 tiang yang terdiri dari 24 tiang utama dan 6 tiang pelamban. Rumah adat Kajang Leko memiliki 2 tangga, yang pertama terdapat di sebelah kanan sebagai tangga utama dan yang kedua yaitu tangga penteh.

Bagian atap rumah Kajang Leko ini memiliki keunikan tersendiri yaitu bubungan atap tampak seperti perahu dengan ujung atas yang melengkung, atap rumah ini bernama Gajah Mabuk sesuai dengan nama pembuat desain. Pasalnya nama atap rumah ini diambil dari cerita pembuat atap yang mabuk cinta namun tidak disetujui.

Kalau sedang mabuk cinta dan tidak disetujui jangan bunuh diri ya, ciptakan sesuatu yang baru dong hehe.

Ok next, rumah adat Kajang Leko ini memiliki beberapa ruangan, di antaranya:

Ruang Pelamban

Terletak di sebelah kiri bangunan, ruangan ini berfungsi sebagai ruang tunggu bagi tamu yang datang sebelum diizinkan untuk masuk rumah.

Ruang Gaho

Ruangan ini juga terletak di sebelah kiri namun dengan posisi memanjang. Fungsinya yaitu untuk tempat penyimpanan barang, pada ruangan ini kita dapat menemukan ukiran  motif ikan di dindingnya.

Ruang Masinding

Terletak di bagian depan rumah dan berfungsi sebagai tempat menggelar musyawarah. Di bagian depan masinding terdapat ukiran bungo tanjung, di atas pintu masuk terdapat ukiran tampuk manggis dan motif bungo jeruk yang terdapat di luar belandar atas pintu.

Ruang Tengah

Ruangan ini terletak di tengah-tengah rumah, biasanya ruangan ini ditempati oleh para wanita pada saat kenduri.

Ruang Balik Menalam atau Ruang Dalam

Ruangan ini terbagi menjadi beberapa kamar yaitu sebagai ruang tidur anak gadis, ruang makan dan ruang tidur orangtua. Ruangan ini tidak diizinkan untuk dimasuki para tamu.

Ruang Balik Malintang

Ruangan ini terletak di sebelah kanan rumah yang menghadap ke ruang tengah dan ruang masinding. Lantai ruangan ini dibuat lebih tinggi dari ruangan lainnya.

Ruang Bauman

Ruang ini tidak berlantai dan tidak berdinding, digunakan untuk menyimpan barang, atau memasak pada saat ada pesta, serta kegiatan lainnya.

 

Nah,sudah tahu kan keunikan rumah adat Kajang Leko Jambi?

Satu lagi keunikannya, karena rumah ini panggung dan cukup tinggi maka rumah ini sangat bermanfaat pada saat banjir. Hehe

Masyarakat yang masih menggunakan rumah panggung ini biasanya masyarakat yang berada di desa, di daerah Jambi Seberang tepatnya jalan menuju jembatan Gentala Arasy, rumah adat panggung ini masih banyak digunakan oleh masyarakat sekitar.

*Indah Diah Pebrila merupakan mahasiswi semester 3 Fakultas Pertanian Universitas Jambi

Komentar

×
×