logo


LGBT, Apakah ada Aturan Hukumnya?

10 Desember 2017 - 14:11:21 WIB - Penulis : Redaksi

Bendera LGBT. (Istimewa)


Ridho Muhammad Damanik

Seorang teman bertanya kepadaku,“Bang kalau LGBT tu biso keno pidana dak si Bang?”.

Bukannya aku Pro LGBT atau mendukung gerakan LGBT, akan tetapi sepengetahuanku LGBT tersebut tidak ada aturan hukumnya. Baik itu hukum pidana maupun hukum perdata.

Jadi ya aku jawab aja kepada temanku bahwa,“Dek, tidak ada satu aturan pidana pun mengenai LGBT yang ada di negeri ini. Akan tetapi aku juga kurang yakin bahwa argumenku itu benar atau tidak. Oleh karena itu aku pun mencari tahu apakah ada aturan pidana yang mengatur perbuatan LGBT tersebut. Mari kita cari tau sama-sama apakah perbuatan LGBT bisa dikenakan pidana atau tidak.

Sebelum kita membahas masalah LGBT, kita harus tahu terlebih dahulu apa itu LGBT. Berdasarkan singkatannya LGBT itu adalah Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender. Arti dari kata-kata itu aku rasa teman-teman juga mengetahuinya. Dengan kata lain ada ketertarikan seksual terhadap hubungan kelamin yang sama.

Undang-undang No 1 Tahun 1974 tepatnya pada pasal satu dijelaskan bahwa “Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga atau rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.”

Berdasarkan isi pasal di atas sudah jelaslah bahwa pernikahan yang dilakukan oleh sesama jenis dilarang oleh undang-undang pernikahan. Karena dalam pasal ini pernikahan hanya dapat dilakukan oleh seorang pria dan seorang wanita saja.

Bukan seorang pria dengan seorang pria atau pun sebaliknya seorang wanita dengan seorang wanita. Oleh karena itu pernikahan sesama jenis tidak dapat dilakukan di Negara Indonesia selama undang-undang No1 tahun 1974 ini belum diubah.

Selain pasal 1 Undang-undang No.1 tahun 1974 pasal 2 ayat 1 undang-undang yang sama juga menjelaskan bahwa “Perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaannya itu.”

Dalam islam perbuatan LGBT merupakan perbuatan yang keji dan melampaui batas sehingga dilaknat oleh Allah SWT. Kita juga dapat melihat apa yang terjadi pada kaum Sodom pada masa Nabi Luth mereka diazab oleh Allah SWT dengan batu yang membara dan menghabisi bangsa Sodom.

Pada Undang-undang No.1 tahun 1974 tidak ada aturan pidana yang mengatur perbuatan LGBT. Sehingga seandainya terjadi pernikahan tersebut, pernikahan itu hanya dianggap tidak pernah  ada dan tidak ada sanksi pidana apapun yang diberikan kepada pelaku pernikahan LGBT.

Jadi apakah ada aturan yang mengatur secara khusus mengenai perbuatan LGBT? Jawabannya tidak. Tidak ada satu pun aturan pidana mengatur secara khusus mengenai LGBT.

Tidakkah ada aturan pidana yang mengatur perbuatan LGBT? Kalau ditanya demikian maka saya akan jawab salah. Karena ada beberapa aturan yang secara tidak langsung mengatur LGBT. Seperti pada pasal 292 KUHP yang berisi “Orang dewasa yang melakukan perbuatan cabul dengan orang lain sesama kelamin, yang diketahuinya atau sepatutnya harus diduganya belum dewasa, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun.”

Pada pasal 292 KUHP dijelaskan bahwa perbuatan LGBT hanya dapat dipidana jika pasangan mainnya adalah seorang yang belum dewasa secara hukum pidana. Walaupun perbuatan tersebut dilakukan tanpa paksaan maupun ancaman kekerasan tetap saja merupakan perbuatan yang melanggar isi pasal 292 KUHP ini.

Jika demikian timbul pertanyaan bagaimana jika mereka melakukannya dengan suka sama suka dan mereka telah dewasa secara hukum positif yang berlaku  di Indonesia. Apakah perbuatan mereka dapat dipidana? Jawabannya tidak bisa. Walaupun perbuatan mereka merupakan perbuatan yang menyimpang akan tetapi bukanlah perbuatan pidana karena tidak ada aturan pidana yang mengaturnya. Sehingga perbuatan tersebut tidak dapat diproses secara hukum pidana.

Ingat di Indonesia berlaku asas legalitas. Sehingga perbuatan yang tidak ada aturan pidana sebelumnya maka perbuatan tersebut tidak dapat diproses oleh hukum pidana. Sehingga kepastian hukum dapat ditegakkan.

Perbuatan LGBT ini harus dikaji lebih dalam lagi. Baik pihak yang pro maupun yang kontra harus menelaah dan mempertimbangkan kembali apakah perbuatan ini harus dilegalkan atau dikriminalisasikan. Dengan menghitung untung ruginya secara menyuluruh semoga didapatkan yang terbaik untuk fenomena LGBT ini (karena aku tidak berani menjadi pro ataupun kontra dengan peristiwa LGBT ini biarlah tetap dib agian netral).

Pernikahan LGBT tidak dapat dilakukan di Indonesia. LGBT hanya bisa dipidana jika dilakukan dengan kategori anak. Selain dari kategori anak perbuatan LGBT tidak ada aturan hukumnya.

Semoga artikel ini bermanfaat. Jika ada kesalahan dan keteledoran dari saya mohon dikomen agar dapat saya perbaiki kembali. Terima kasih telah membaca artikel ini.

*Penulis merupakan alumni Fakultas Hukum Universitas Jambi angkatan 2013

Komentar

×
×