logo


Nikmatnya dari Mata Sampai ke Hati: Gulai Tepek Ikan Jambi

12 Januari 2019 - 08:23:58 WIB - Penulis : Redaksi

ILUSTRASI.(ISTIMEWA)


Ani Suryani

 

Ada pepatah cinta yang pernah mengatakan: jika kau ingin memenangkan hati seseorang, maka menangkanlah dulu lambungnya. Uuuh.

Jambi adalah kota yang sekaligus ibukota dari provinsi Jambi. Kota yang terbelah oleh sungai Batanghari ini memiliki sejuta pesona, salah satunya adalah pesona orang-orang gantengnya kulinernya.

Dan kali ini, kita akan bahas yang lezat-lezat, Gulai Tepek Ikan.

Gulai Tepek Ikan ini berbahan dasar ikan Gabus yang dimasak dengan cara di gulai. Selain itu, Gulai tepek ikan ini merupakan makanan yang sudah ada sejak jaman dulu, dan memiliki niali sejarah.

Gulai Tepek Ikan dihidangkan pada momen penting seperti, pernikahan, kenduri, acara adat, ataupun menyambut tamu yang istimewa. Mengenai rasanya jangan ditanya, karena sangat lezat.

Melihat perwujudannya, makanan ini memiliki bentuk jajar genjang dengan tekstur yang empuk sedikit kenyal, hasil kombinasi adonan ikan dan sagu. Kenapa akhirnya dinamai tepek ikan, karena makanan ini dibuat dengan cara ditepek atau dipipihkan.

Beberapa ikan yang biasa digunakan untuk membuat tepek ikan adalah ikan gabus, tenggiri, ataupun belida. Ikan yang sudah dibersihkan kemudian digiling lembut. Kemudian dicampur air, telur, bawang merah dan garam kemudian diulek. Yusnida lebih suka mengulek manual karena hasilnya lebih lembut merata dan bau amis akan hilang sempurna. Setelah itu barulah sagu dimasukkan dan kembali diaduk merata. Adonan ikan dan sagu tersebut kemudian dibungkus daun dan dipadatkan (ditepek) dalam ukuran satu kilan, kemudian direbus sekitar seperempat jam. Tepek ikan didinginkan, kemudian dipotong kecil-kecil berbentuk jajar genjang.

Tahap kedua adalah menyiapkan kuah gulai. Setidaknya ada 17 ragam bumbu yang diperlukan untuk membuat kuah gulai tepek ikan ini, yakni ketumbar, jintan, cengkeh, kulit manis, adas manis, jahe, lengkuas, air sereh, bawang merah, bawang putih, cabai, lengkuas, kunyit, garam, gula, nanas dan santan kelapa. Semua bumbu (kecuali santan) diiris tipis dan digoreng sampai harum, kemudian ditiriskan dan dihaluskan.

Bumbu tersebut masih harus ditumis kembali sebelum akhirnya dicampurkan santan sampai mendidih. Nah, tahap terakhir adalah mencampurkan irisan tepek ikan ke dalam kuah gulai dan memasaknya selama setengah jam.

Seiring masuknya beragam kuliner modern cepat saji, keberadaan tepek ikan praktis hanya ditemui saat momen-momen tertentu saja, semisal hajatan atau hari besar agama Islam.

Mudah, bukan? Duh, jadi lapar. Abang mau Dedek tepekin masakin?

 

*Penulis mengaku sebagai 'Perempuan Sederhana yang Bisanya Goreng Kerupuk Tanpa Gosong dan Bantet'

Tag:

Komentar

×
×